Minggu, 06 November 2011

Karikatur Kim Jong il

Rezim Korea Utara (Korut) di bawah kekuasaan Kim Jong Il tengah memperhatikan dengan seksama peristiwa kejatuhan Moammar Khadafi di Libya karena rezim Khadafi memiliki beberapa kesamaan dengan rezim Kim Jong Il. Namun, bisakah warga Korut menumbangkan rezim yang berkuasa?

Kematian Khadafi mungkin cukup mengguncang Kim Jong Il, namun demonstrasi pro-demokrasi tampaknya akan sulit dilakukan oleh warga Korut karena sebagian besar warga Korut masih ketinggalan zaman. Selain itu, China juga menolak untuk memberikan perlindungan terhadap para pengungsi Korut. Demikian seperti diberitakan Chosun, Rabu (26/10/2011).

Kim Jong Il dan calon penerusnya Kim Jong Un mendirikan banyak kamp untuk tahanan politik meski masyarakat internasional mendesak agar mereka menutup kamp-kamp tersebut. Para intelijen Korut juga melakukan kampanye besar-besaran untuk melarang acara opera sabun Korsel di televisi dan beberapa siaran televisi asing.

Bila Korsel terus melancarkan perang urat syaraf terhadap Korut, hal ini akan cukup membuat Korut kesulitan. Propaganda Korsel mampu untuk masuk ke militer Korut, dan hal itu dapat membuat para militer Korut membangkang dan menumbangkan rezim Kim Jong Il.

Korsel juga bisa mengadakan negosiasi dengan China terkait masalah pengungsi Korut.

Korut tampak tidak terlalu khawatir dengan demonstrasi di Mesir dan Tunisia yang menumbangkan kekuasaan pemimpin negaranya. Ketika para oposisi Libya mengalami kesulitan dalam revolusinya, media Korut dengan percaya diri menyatakan, "hanya kematianlah yang menunggu para pengkhianat."

1 komentar:

  1. kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yaitu www.gunadarma.ac.id yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill.. terima kasih :)

    BalasHapus